Penulis : hanip/SejukMedia
Jenis kompresor AC mobil terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu kompresor reciprocating (piston) dan rotary (putar). Kelompok reciprocating meliputi tipe crank, swash plate, dan wobble plate. Sementara itu, kelompok rotary mencakup tipe through vane, scroll, dan wankel.
Pemilihan ukuran serta konstruksi kompresor disesuaikan dengan dimensi kabin agar sirkulasi udara dingin menyebar merata tanpa membebani mesin. Kompresor jenis piston unggul dalam ketahanan usia pakai dan kemudahan perbaikan, sementara jenis rotary lebih ringkas serta minim getaran.
1. Jenis Kompresor AC Mobil Reciprocating Tipe Crank
Kelompok pertama dalam jenis kompresor AC mobil adalah model reciprocating yang memompa freon melalui gerak bolak-balik piston. Tipe crank merupakan konstruksi paling mendasar yang menggunakan satu piston penggerak atau dua silinder sejajar pada kendaraan generasi klasik.
Puli kompresor yang terhubung ke sabuk penggerak mesin akan memutar poros engkol untuk menggerakkan piston secara naik-turun. Ketika piston bergerak turun, ruang di dalam silinder membesar sehingga tekanannya menurun dan katup isap terbuka.
Penurunan tekanan tersebut membuat gas refrigeran terisap masuk memenuhi ruang silinder kompresor. Saat piston kembali bergerak naik, silinder memampatkan gas bertekanan tinggi menuju kondensor sesuai tahapan cara kerja kompresor AC mobil.
2. Kompresor Reciprocating Tipe Swash Plate
Tipe swash plate menggunakan piringan miring pada poros tengah untuk menggerakkan enam hingga sepuluh silinder secara bersamaan. Setiap batang piston memiliki kepala di kedua ujungnya sehingga mampu memompa gas dari sisi depan dan belakang.
Konstruksi kerja ganda ini dilengkapi dua pasang katup isap dan katup tekan di sisi kiri serta kanan kompresor. Ketika satu sisi piston bergerak mengisap refrigeran, sisi sebaliknya secara serentak menekan gas menuju pipa bertekanan tinggi.
Pabrikan juga mengembangkan varian swash plate satu sisi dengan teknologi kapasitas variabel yang sudut piringannya dapat berubah otomatis. Katup kontrol internal maupun sinyal elektrik eksternal akan mengatur panjang langkah piston guna memperpanjang umur kompresor AC mobil.
3. Kompresor Reciprocating Tipe Wobble Plate
Ciri utama kompresor tipe wobble plate terletak pada penggunaan lima buah piston aksial yang memompa dari satu sisi. Tipe ini dilengkapi sepasang katup isap dan buang serta memanfaatkan putaran drive plate pada poros kompresor.
Pelat bergoyang atau wobble plate mulai bergerak maju-mundur saat kopling magnet menghubungkan putaran puli dengan poros tengah kompresor. Pergerakan kelima silinder tersebut menjalankan fungsi piston kompresor AC mobil untuk mendorong gas refrigeran keluar melewati saluran buang.
Berkat desain aksial yang ringkas, tipe wobble plate hanya menyerap beban tenaga mesin sekitar 3 hingga 5 HP. Efisiensi beban ini jauh lebih ringan dibandingkan kompresor besi cor generasi lama yang menyedot tenaga hingga 15 HP.

4. Kompresor Rotary Tipe Through Vane
Kategori utama kedua adalah kompresor rotary yang memampatkan gas refrigeran melalui putaran rotor di dalam ruang silinder. Tipe through vane menggunakan sepasang bilah penyekat tegak lurus atau lima bilah vane yang tertanam pada rotor.
Saat rotor berputar, gaya sentrifugal mendorong bilah vane keluar hingga ujungnya menyentuh dinding bagian dalam silinder. Perputaran tersebut membuka saluran isap sehingga gas freon terisap masuk lalu dikurung rapat di antara sekat bilah.
Volume ruang antarbilah terus menyempit mengikuti putaran rotor hingga menghasilkan semburan gas bertekanan tinggi sebanyak 10 kali per putaran. Mengingat gesekan bilah berlangsung sangat rapat, kenali ciri kompresor AC mobil bermasalah apabila terdengar suara mendengung kasar.
5. Kompresor Rotary Tipe Scroll
Kompresor rotary tipe scroll bekerja menggunakan susunan satu ulir spiral statis dan satu ulir spiral berputar. Kedua elemen spiral tersebut dipasang saling mengunci dengan posisi sedikit bergeser untuk membentuk kantong ruang kompresi.
Ketika ulir berputar, kantong ruang di bagian luar terbuka untuk mengisap gas refrigeran dari saluran masuk. Pergerakan spiral kemudian menggiring gas menuju titik pusat ulir sambil memperkecil volume ruang secara bertahap.
Gas refrigeran yang telah terkompresi penuh akan dilepaskan melalui saluran buang setelah melewati sekitar tiga kali putaran poros. Karena minim komponen bergerak, tipe scroll sangat senyap pada mobil modern dan wajib dirawat lewat manfaat flushing AC mobil.
6. Kompresor Rotary Tipe Wankel
Tipe wankel merupakan varian kompresor rotary yang memanfaatkan putaran rotor berbentuk segitiga cembung di dalam ruang kompresi. Kompresor ini mulai bekerja sesaat setelah mesin kendaraan dihidupkan dan sistem kopling magnet berada pada posisi aktif.
Gaya elektromagnetik akan menarik pelat penekan keluar sehingga putaran puli mesin langsung terhubung dengan rotor internal kompresor. Putaran rotor wankel tersebut secara berkesinambungan mengisap freon lalu menekannya menuju saluran tekan berdiameter kecil.
Seluruh tipe kompresor piston maupun rotary wajib mendapatkan pelumasan oli khusus yang bersih agar gesekan logam tetap terlindungi. Pastikan anda rutin memperhatikan jadwal ganti oli kompresor AC mobil agar kinerja pemompaan freon selalu optimal.
Mengenali jenis kompresor AC mobil membantu anda menentukan langkah perawatan yang tepat sesuai karakteristik konstruksi komponen. Penanganan yang keliru dapat memicu keausan silinder maupun rotor hingga menghentikan sirkulasi dingin di dalam kabin.
Apabila embusan AC mulai terasa kurang sejuk atau muncul suara kasar, segera kunjungi bengkel AC mobil Jakarta Barat tepercaya. Tim teknisi Sejuk AC Joglo siap memeriksa tekanan kompresi menggunakan peralatan diagnostik modern secara akurat.
Temukan bengkel Sejuk AC Joglo di Jl. Joglo Raya No.48, RT.7/RW.8, Joglo, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat. Silakan akses website resmi sejukac.co.id untuk melakukan reservasi servis berkala secara mudah tanpa harus mengantre.


