Jakarta, April 2026 – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Indonesia, khususnya pada jenis BBM nonsubsidi. Penyesuaian harga ini mulai berlaku pertengahan April 2026 dan menjadi perhatian luas masyarakat karena dampaknya terhadap biaya hidup.
Berdasarkan data terbaru, PT Pertamina melakukan kenaikan signifikan pada beberapa produk BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Bahkan, kenaikannya mencapai kisaran 48% hingga 66% dibanding harga sebelumnya.
Di sejumlah daerah, harga Dexlite dan Pertamina Dex kini menembus kisaran Rp23.000-Rp24.000 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di kisaran Rp19.000 per liter.
Dipicu harga Minyak Dunia dan Geopolitik
Kenaikan ini tidak terjadi tanpa sebab. Pemerintah menjelaskan bahwa lonjakan harga BBM nonsubsidi merupakan dampak dari meningkatnya harga minyak dunia yang dipengaruhi konflik geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah.
Selain itu, faktor nilai tukar rupiah dan mekanisme pasar juga menjadi alasan utama penyesuaian harga, terutama untuk BBM yang tidak disubsidi pemerintah.
BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik
Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap stabil hingga akhir tahun 2026.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat serta melindungi kelompok rentan dari dampak kenaikan energi.
Sempat Beredar Hoaks Sebelum Kenaikan Resmi
Sebelum pengumuman resmi, sempat beredar informasi kenaikan BBM pada awal April 2026 yang ternyata tidak benar. Pemerintah saat itu menegaskan bahwa belum ada penyesuaian harga dan meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi.
Namun, beberapa minggu kemudian, penyesuaian harga benar-benar terjadi. Khususnya pada BBM nonsubsidi, seiring perkembangan kondisi pasar global.
Dampak ke Masyarakat

Kenaikan BBM nonsubsidi ini diperkirakan berdampak pada:
- Biaya transportasi yang meningkat
- Kenaikan harga barang dan logistik
- Tekanan pada pelaku usaha, terutama sektor distribusi
Meski demikian, dengan ditahannya harga BBM subsidi, pemerintah berharap dampak terhadap masyarakat luas dapat ditekan.
Kesimpulan
Kenaikan BBM 2026 menjadi bukti bahwa harga energi sangat dipengaruhi kondisi global. Pemerintah memilih menyesuaikan harga nonsubsidi mengikuti pasar, sambil tetap menjaga stabilitas BBM subsidi untuk melindungi masyarakat.
Ke depan, efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan pada BBM menjadi langkah penting untuk menghadapi situasi serupa.
BBM Naik? Saatnya Lebih Cerdas Merawat Mobil
Di tengah kenaikan harga BBM, banyak orang fokus cari cara hemat. Padahal ada satu hal yang sering terlewat: kondisi AC mobil.
AC yang tidak optimal bisa membuat mesin bekerja lebih berat, dan ujungnya… konsumsi BBM jadi lebih boros tanpa terasa.
Daripada terus keluar biaya lebih setiap isi bensin, lebih baik pastikan mobil Anda dalam kondisi efisien.
Kalau Anda berada di area Joglo dan sekitarnya, Anda bisa mempertimbangkan servis di Sejuk AC Joglo untuk pengecekan menyeluruh.
Bukan sekadar bikin dingin, tapi juga membantu menjaga performa mobil tetap ringan dan hemat.
Karena di kondisi sekarang, mobil sehat = pengeluaran lebih terkendali.


